Denpasar (Antara Bali) - Puluhan warga masyarakat yang tergabung dalam Komponen Pemerhati Gianyar (KPG), Bali, mendatangi kantor Bupati Gianyar, Rabu, untuk memprotes kebijakan yang dilakukan Bupati Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati.

Para pengunjuk rasa itu memprotes kebijakan yang selama ini dilakukan bupati asal Desa Ubud tersebut, antara lain mengenai keputusannya melakukan mutasi kepala sekolah yang berefek pada penurunan jabatan eselon, serta pemotongan 30-40 persen tunjangan PNS.

Koordinator Lapangan KPG I Wayan Ambon Antara setibanya di halaman kantor Bupati Gianyar, tampaknya hanya menyebarkan selebaran yang berisi kebijakan bupati yang dianggap tidak profesional itu.

Selanjutnya, beberapa perwakilan pendemo yang mengenakan busana Bali madya itu, terlihat langsung menuju ruang Bupati Gianyar Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, yang akrab dipanggil Cok Ace. 

Usai pertemuan, Bupati Cok Ace yang sudah terbiasa menghadapi kerumunan masyarakat mengatakan, selama ini kebijakan ataupun keputusan yang dirinya keluarkan sudah melalui berbagai kajian, bahkan langkah ini sudah final dan tak bisa diubah lagi. 

"Keputusan soal mutasi merupakan langkah final dan sudah melalui kajian, jadi tak bisa diubah. Kalau ada 100 pegawai berprestasi di Gianyar, tentu tak semuanya bisa diberikan jabatan. Untuk itu, bagi yang belum kebagian jabatan mohon antre," katanya, menandaskan.

Soal penurunan jabatan, Bupati Cok Ace mengambil contoh di dunia pendidikan setingkat perguruan tinggi.

Di perguruan tinggi sudah biasa terjadi kalau rektor diturunkan menjadi dosen biasa.  "Jadi hal ini tak perlu dipermasalahkan lagi, namun perlu dibiasakan, sehingga ke depan tak ada lagi kekhawatiran soal penurunan jabatan," ucapnya.

Mengenai tindak penurunan kesejahteraan pegawai, bupati mengaku akan perjuangkan persoalan itu lewat perubahan anggaran, sehingga pemotongan yang terjadi bisa ditutupi atau ditanggulangi. 

Sementara Koordinator KPG Ambon Antara mengaku puas dengan jawaban yang dilontarkan oleh bupati tersebut.

"Kami puas dengan jawaban yang sampaikan Pak Bupati, namun kami tetap menyarankan, sebelum mengeluarkan kebijakan agar digodok dulu dengan matang, sehingga tak muncul masalah seperti ini," katanya.

Usai melakukan demo, rombongan tersebut membubarkan diri dengan tertib dalam pengawalan petugas keamanan dari jajaran Polres Gianyar. (*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026