Denpasar (Antara Bali) - Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengharapkan Pemprov Bali dan pemerintah kabupaten dapat bersinergi memperjuangkan pembangunan bandar udara internasional di wilayah tersebut.

"Sedari awal saya katakan membangun Bali tidak bisa terpisah-pisah, tidak bisa terbagi secara parsial tetapi harus terintegrasi dengan baik," kata Bupati Agus Suradnyana di sela pengangkatan penggantian antarwaktu anggota DPRD Bali, di Denpasar, Selasa.

Menurut dia, tidak hanya terintegrasi dari pembangunan bandara di Buleleng saja, termasuk juga pembangunan infrastruktur pendukung hendaknya dilihat secara keseluruhan.

Jika bicara balik modal dari keberadaan bandara, jelas tidak BEP (break even point) sehingga perlu peran pemerintah untuk memediasi agar Angkasa Pura yang membangun.

"Kalaupun bentuknya pinjaman, harus Angkasa Pura yang meminjam, sehingga perhitungannya menjadi satu kesatuan antara Bandara Ngurah Rai dan bandara di Buleleng," ucapnya.

Ia mengatakan, berdasarkan informasi yang didapat dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), pemerintah pusat pada 2014 baru akan memulai melakukan kajian teknis karena saat ini masih menghitung proyeksi Bandara Ngurah Rai yang sedang dibangun.

"Mudah-mudahan 2015 sudah ada langkah-langkah konkret yang dilakukan, karena menurut kami bandara ini sangat diperlukan dengan melihat kondisi geografis Buleleng," ujarnya.

Suradnyana mengakui telah banyak pula menerima keluhan dari agen pariwisata karena "slot" mereka untuk terbang di Ngurah Rai dibatasi atau hanya diberikan pada malam hari. "Ini kan dapat merugikan pariwisata secara keseluruhan. Bandara Ngurah Rai hanya punya satu runway (landasan pacu). Bisa dilihat sekarang untuk terbang saja bisa antre sampai setengah jam," ujarnya. (LHS/T007)



Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026