"Karena pemerintah masih memberlakukan ujian nasional (UN) sebagai penentu utama kelulusan," katanya di Jakarta, Rabu.
Legislator yang membidangi masalah pendidikan, kebudayaan, olahraga dan pariwisata menyatakan, sebagus apapun kurikulum tidak akan mengubah cara pembelajaran di sekolah selama UN ada.
"Sekolah dan anak didik akan selalu berorientasi pada nilai ujian. Padahal, nilai ujian bukan tujuan utama dalam pendidikan nasional," katanya.
Ia menegaskan, pendidikan tidak akan berubah selama diperbaiki secara parsial. "Kalau memperbaiki harus menyeluruh. Mulai dari akarnya, bukan ranting persoalannya," katanya.
Rohmani, yang juga anggota Panitia Kerja Kurikulum DPR itu menjelaskan lebih lanjut bahwa jika ingin memperbaiki kurikulum, maka perbaiki juga faktor lainnya seperti UN.(LHS)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.