Semarang (Antara Bali) - Badan Kependudukan dan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN) menyatakan, realisasi perolehan akseptor KB baru saat ini sudah mencapai 85,29 persen dari target sebanyak 982.124 akseptor.
        
"Sampai Oktober 2012, kami sudah mendapatkan sebanyak 837.606 akseptor baru. Sekarang sudah lebih dari itu," kata Kepala Bidang Advokasi, Penggerakan, dan Informasi BKKBN Jateng Nanik Budi H di Semarang, Rabu.
        
Hal tersebut diungkapkannya usai diskusi bertema "Diseminasi Grand Design Pengendalian Kuantitas Penduduk, Proyeksi Penduduk, dan Parameter Kependudukan" yang diprakarsai BKKBN Jateng di Hotel Patra Jasa Semarang.
        
Menurut Nanik, target akseptor baru pada 2012 memang lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 1,012 juta akseptor baru.
        
Akan tetapi, katanya, pada 2012 lebih difokuskan pada metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP).
        
Dari sebanyak 837.606 akseptor baru itu, kata dia, sebanyak 52 persennya menggunakan suntik, disusul implan dan pil dengan sasaran terutama di daerah-daerah yang selama ini belum banyak terakses informasi.
        
Pihaknya terus melakukan advokasi dan pendampingan di masyarakat, terutama terhadap pasangan usia subur (PUS) bekerja sama dengan pemangku kepentingan di daerah setempat dan berbagai elemen masyarakat.
        
"Kami menyadari bahwa petugas lapangan KB (PLKB) di daerah sekarang ini memang terbatas. Jumlah PLKB sekarang hanya sekitar 2.300 orang, sementara jumlah desa di wilayah Jateng mencapai 8.574 unit," katanya.(*/M038)


Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026