Denpasar (Antara Bali) - Dewan Harian Daerah 45 mengkritik sikap politik Partai Golkar yang mendekati Made Mangku Pastika untuk menjadi Calon Gubernur Bali pada Pilkada 2013.

"Golkar tidak memberikan pendidikan politik yang baik kepada publik karena pada Pilkada 2008 Golkar mengusung calon lain," kata Ketua Umum DHD 45 Provinsi Bali, Prof I Wayan Windia, di Denpasar, Selasa.

Pada Pilkada 2008, partai berlambang pohon beringin itu mencalonkan Cokorda Gede Budi Suryawan yang saat itu menjabat Ketua DPD Partai Golkar Bali.

Sementara pemenang Pilkada 2008, Pastika yang berpasangan dengan Anak Agung Ngurah Puspayoga dicalonkan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

"Hal ini menunjukkan Golkar Bali tidak memiliki visi yang jelas dalam berpolitik, karena platformnya hanya sebatas kekuasaan semata," katanya.

Windia mengingatkan, seharusnya Mangku Pastikapun tidak bersedia untuk dicalonkan oleh parpol selain PDIP untuk menunjukkan integritas politiknya dan tidak semata-mata ingin meraih kekuasaan.

"Seandainya Golkar Bali tidak mencalonkan Mangku Pastika dan sebaliknya Mangku Pastika juga tidak mau dicalonkan oleh Golkar dan partai-partai lainnya, maka hal ini akan dicatat sebagai sejarah politik yang baik oleh generasi yang akan datang," kata mantan anggota Fraksi Golkar DPR itu.  (LHS)



: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026