"Nasabah tersebut berasal dari individu maupun lembaga seperti kantor camat dan sekolah-sekolah," kata Ketua Kelompok Sarwa Guna Hita, Nengah Sukila, yang mengelola bank sampah ini.
Menurut Sukila, saat didirikan enam bulan lalu, bank sampah ini hanya memiliki 10 orang nasabah yang merupakan anggota kelompok tersebut.
Kini, setelah jumlah nasabahnya terus berkembang, 10 orang itu memiliki tugas mengambil sampah dari tempat nasabah, atau melayani nasabah yang datang membawa sampah ke lokasi penimbunan.
Bagi nasabah, kelompok ini memberikan buku tabungan untuk mencatat nominal sampah yang dibeli oleh bank.
"Ada jenis tabungan reguler, hari raya, sekolah dan sosial. Untuk yang reguler dan sosial bisa diambil sewaktu-waktu," ujar Sukila.(GBI)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.