"Perolehan devisa tersebut meningkat hampir dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya 4,8 juta AS atas pengapalan 1.550 ton," kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Bali Ir Gusti Putu Nuriartha di Denpasar, Kamis.
Ia mengatakan, pengiriman matadangan kerapu ke pasaran mancanegara itu dalam tiga jenis kemasan yang mampu bersaing dengan produk serupa dari negara lain.
Ketiga jenis kemasan tersebut terdiri atas kerapu segar sebanyak 1.885,6 ton seharga 4,94 juta dolar AS, kerapu hidup 326,6 ton bernilai 3,76 juta dolar AS.
Selain itu Bali juga mengekspor kerapu buku sebanyak 31,6 ton yang mampu menyumbangkan devisa 32.701 dolar AS.
Gusti Nuriartha menjelaskan, kerapu merupakan salah satu dari 47 jenis komoditi hasil perikanan dan kelautan di Bali yang mampu menembus pasaran ekspor.
Salah satu komoditi andalan sektor perikanan Bali itu sebagian besar tujuan Jepang, menyusul Amerika Serikat, Singapura, Hongkong, Jerman, Italia, Australia, Thailand dan Prancis.
Bali lebih mengintensifkan pengembangan matadagangan kerapu tersebut dengan harapan ekspor kerapu maupun perdagangan antarpulau serta memenuhi kebutuhan masyarakat lokal dapat ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.
Bali menjadi pionir produsen kerapu dan benih bandeng di Indonesia, berkat adanya dukungan Balai Besar Riset Perikanan Budidaya laut yang ada di Gondol, Kabupaten Buleleng, daerah pesisir utara Bali.
Gusti Nuriartha menjelaskan, masyarakat pesisir dan nelayan di sepanjang pantai Bali barat, khususnya di Kecamatan Grokgak telah mampu mengadopsi rekayasa teknologi pembenihan kerapu dan bandeng atau yang lebih dikenal dengan "hatchery skala rumah tangga-HSRT".
HSRT yang telah berkembang di sepanjang pantai kini mencapai 2.000 unit yang memproduksi benih kerapu dari telor sampai menjadi benih ukuran lima hingga tujuh sentimeter.
Jenis kerapu untuk mencapai ukuran tersebut nelayan membutuhkan waktu selama 25 bulan dan selanjutnya benih tersebut dibesarkan dalam keramba jaring apung (KJA) selama delapan bulan hingga siap dipasarkan. (*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.