Aksi unjuk kekuatan pendukung rekomendasi dilakukan ratusan kader PDIP yang menggelar aksi damai Taman Pujaan Bangsa (TPB) Margarana, Marga, Kabupaten Tabanan, Rabu.
Mereka membacakan 11 butir pernyataan sikap mendukung dan mengamankan hasil rekomendasi DPP PIDP Tabanan yang mengusung Sukaja dan Eka Wiryastuti sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Tabanan dalam Pilkada, 4 Mei 2010 mendatang.
Mereka mendukung penuh, mengamankan, dan memenangkan paket yang direkomendasi DPP PDIP karena merupakan amanat partai dengan segala resikonya.
"Kami mendesak pengurus DPC dan jajarannya segera mengambil langkah-langkah yang dipandang perlu dalam mengamankan rekomendasi sebagai amanat partai," ujar Ketut Sugina, simpatisan PDIP yang didaulat membacakan pernyataan sikap.
Ketiga, mendesak DPC membentuk tim pemenangan sehingga bisa langsung bekerja melakukan koordinasi dan konsolidasi partai dalam mencari dukungan. "Keempat, mendesak DPC untuk mengambil sikap tegas dan memberikan sangsi keras kepada pengurus dan kader partai yang tidak tunduk dan hormat kepada keputusan DPP PDIP sesuai AD/ART partai," tandas Sugina.
Mereka mengimbau semua elit partai, pengurus hingga simpatisan tanpa tidak melakukan langkah-langkah yang dapat memecah persatuan dan kesatuan serta merugikan partai telebih menjelang Pilkada.
Sugina menyerahkan surat pernyataan sikap ke pengurus DPC PDIP diwakili I Ketut Suardiana yang berjanji akan meneruskan pernyataan sikap itu ke Ketua DPC I Made Sudana.
Massa awalnya akan mendatangi kantor DPC PDIP Tabanan di Jalan Yeh Gangga, Tabanan serta mendatangi Fraksi PDIP di kantor DPRD Tabanan. "Namun mempertimbangkan keamanan dan menjaga kondusifitas, terpaksa aksi damai kami hanya dilakukan di TPB Margarana," ujar koordinator massa, Nyoman Sukarca yang juga Ketua PAC PDIP Penebel.
Sukarca menjelaskan, aksi damai melibatkan pengurs PDIP, mulai pengurus DPC, PAC ranting, anak ranting hingga simpatisan. "Pengurus dan kader PDIP wajib hukumnya tunduk kepada perintah partai sesuai AD/ART, karena rekomendasi itu sifatnya final, dan berdasarkan kajian yang mendalam," katanya.
"Kami melakukan aksi untuk mengamankan hasil rekomendasi dan memenangkan paket Sukaja-Eka sebagai pemegang rekomendasi," katanya.
Berbeda dengan unjuk kekuatan pendukung rekomendasi, aksi penolakan terhadap paket Sukaja-Eka dilakukan belasan pengurus Ranting Abiantuwung, Kecamatan Kediri. Mereka mencopot papan nama ranting di Posko PDIP Abiantuwung dan menyatakan tidak ada lagi aktivitas partai menyusul kekecewaan atas hasil rekomendasi itu.
Aksi protes mereka dilakukan dengan duduk-duduk dan membentangkan spanduk putih pertanda keprihatinan atas sikap DPP yang merekomendasikan pasangan Sukaja-Eka yang dinilai memiliki banyak kelemahan.
Di Posko yang diresmikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat kampanye pilgub 2008 lalu dibentangkan kain putih bertuliskan "istirahat", artinya pengurus PDIP tidak akan terlibat dalam kegiatan untuk mengamankan pasangam yang rekomendasi DPP PDIP.
"Kalau rekomendasi itu tetap dilaksanakan dengan mengusung pasangan Sukaja-Eka, kami menyatakan penolakan dan tidak akan mengamankan paket ini," ujar sekretaris PAC Kediri, Made Winda.
Hal sama disampaikan Ketua Ranting PDIP Abiatuwung, Gusti Ngurah Agung Bayu Pramana, masa PDIP diwilayahnya kecewa dengan rekomendasi itu karena pasangan itu bukan dikehendaki rakyat. "Rekomendasi itu penuh rekayasa, kami ragu dengan paket yang direkomendasi DPP karena tidak layak jual," ujar Bayu Pramana yang juga kerabat Puri Abiantuwung, Kediri. (*)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.