"Pengembangan kesenian musik terbangan sebagai media untuk menggali nilai-nilai keberagaman yang menjadi bentuk penghayatan setiap warga, sebagai satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa," kata Direktur Museum Misi Muntilan Kabupaten Magelang Romo M Nur Widipranoto di Magelang, Jumat.
Belasan grup seni terbangan akan memulai pergelaran tersebut dengan arak-arakan dari halaman Sekolah Dasar Marsudirini Muntilan menuju Lapangan Pastoran Muntilan sejauh sekitar 500 meter.
Mereka antara lain berasal dari Grup seni Angguk Rame Desa Sumber, Kelompok Musik Terbangan Pemuda Masjid Pule, Pemuda NU Ngadipuro, anak-anak Balong, SD Negeri Taman Agung Muntilan, dan SMP Marganingsih Muntilan.
Selain itu, grup terbangan berasal dari Desa Jrakah Salam, Juwono, Kepuhan, Gemer, dan kelompok seni Ndolalak Tanen, Ngargomulyo.
Ia mengatakan, pergelaran seni terbangan juga sebagai media penyampaian pesan kepada masyarakat terkait pengembangan karakter luhur bangsa.
"Pagelaran seni musik terbangan ini akan menjadi pesan kepada masyarakat, akan pentingnya penanaman dan mengembangkan karakter luhur anak-anak bangsa dalam realitas hidup keberagaman," katanya.
Ia mengatakan, seni terbangan berkembang di masyarakat, termasuk di Kabupaten Magelang. Pada masa lalu seni musik tersebut sebagai media dakwah Islam. (LHS/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.