Kuta (Antara Bali) - Sedikitnya 39 pecalang atau pasukan pengamanan adat ikut mengamankan Monumen Bom Bali di bekas lokasi peledakan bom atau "Ground Zero" di Jalan Legian, Kuta, karena Perdana Menteri Australia Julia Gillard dijadwalkan mengunjungi kawasan itu.

"Masing-masing banjar itu mengirimkan tiga orang pecalang untuk ikut mengamankan 'Ground Zero'," kata seorang pecalang berasal dari Banjar Pemamoran, Desa Adat Kuta, Nyoman Sugiada, di kawasan Legian, Kuta, Sabtu.

Ia mengatakan, 39 pecalang itu berasal dari 13 banjar di Desa Adat Kuta.

Mereka ikut membantu aparat Polda Bali dalam pengamanan di Legian, termasuk ikut mengatur arus lalu lintas.

Para pecalang itu bertugas di ring tiga kawasan Legian

Di sepanjang Jalan Legian Kuta pada Sabtu (13/10) pukul 06.00 Wita sudah disterilkan aparat keamanan dari lalu lintas kendaraan. Hal itu akan berlangsung hingga kunjungan Perdana Menteri Australia di "Ground Zero" selesai.

Ratusan aparat kepolisian diterjunkan untuk mengamankan lokasi bekas peledakan Bom Bali I pada 12 Oktober 2002.

Mereka membawa senjata secara lengkap seperti laras panjang, tiga anjing pelacak, dan didukung satuan Gegana Polda Bali dan TNI.(DWA/T007)


Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026