Denpasar (ANTARA) - Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya mengajak seluruh pecalang di Bali untuk terus memperkuat sinergi bersama Polri, TNI, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Pulau Dewata.
"Pecalang merupakan warisan kearifan lokal Bali yang lahir, tumbuh, dan mengakar langsung di tengah masyarakat adat. Mereka menjadi bagian penting dari sabuk kamtibmas yang memiliki kemampuan deteksi dini, pendekatan persuasif, serta penyelesaian masalah secara kultural," ujar Kapolda dalam rangka memperkuat kolaborasi pengamanan berbasis desa adat di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Selasa.
Kapolda menegaskan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bukan lagi semata-mata menjadi tanggung jawab Polri, melainkan tugas bersama seluruh elemen masyarakat melalui pendekatan community policing atau pemolisian modern.
Menurutnya, dalam konteks kehidupan masyarakat Bali, semangat tersebut telah lama hidup melalui keberadaan pecalang sebagai garda pengamanan berbasis adat yang memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan, ketertiban, dan keharmonisan masyarakat.
Daniel mengungkapkan, saat ini jumlah pecalang di Bali mencapai sekitar 25 ribu orang, termasuk pecalang perempuan.
Jumlah tersebut dinilai sebagai kekuatan besar yang harus terus dirawat dan ditingkatkan kualitasnya.
Kapolda menekankan, sinergi antara Polri, TNI, pecalang, dan seluruh komponen masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan Bali di tengah berbagai dinamika sosial yang berkembang saat ini, baik yang dipengaruhi isu global maupun nasional.
Menurutnya, berbagai tantangan seperti polarisasi sosial, penyebaran informasi yang belum tentu benar, hingga potensi aksi unjuk rasa harus disikapi secara bijak dan penuh kewaspadaan.
Masyarakat juga diingatkan untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
"Masyarakat Bali adalah masyarakat yang cerdas dan matang secara sosial. Karena itu, setiap persoalan harus diselesaikan melalui dialog dan musyawarah serta tetap berada dalam koridor hukum," katanya.
Kapolda menjelaskan, apel bersama Pecalang merupakan langkah preemtif Polda Bali untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh unsur pengamanan, khususnya pecalang sebagai mitra kamtibmas, agar mampu mengelola berbagai dinamika sosial tanpa menimbulkan gangguan keamanan.
Kegiatan tersebut juga sekaligus menjadi implementasi tema Hari Bhayangkara Ke-80, yakni "Polri Untuk Masyarakat", yang menegaskan kehadiran Polri bersama masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Lebih lanjut, Kapolda mengingatkan stabilitas keamanan Bali memiliki arti penting karena Bali tidak hanya menjadi rumah bagi masyarakat lokal, tetapi juga destinasi pariwisata dunia dan wajah Indonesia di mata internasional.
Sebagai daerah penyumbang devisa pariwisata dan investasi nasional, Bali harus tetap aman dan kondusif untuk mendukung keberlanjutan sektor pariwisata, pertumbuhan ekonomi, serta pelestarian adat dan budaya.
Mengakhiri sambutannya, Kapolda mengajak seluruh pihak memperkuat soliditas dan sinergitas, mengedepankan langkah preventif serta penyelesaian masalah secara humanis dan bermartabat.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar segera melapor kepada aparat atau menghubungi layanan darurat Polri 110 apabila menemukan gangguan keamanan.
"Mari bersama-sama menjaga citra Bali sebagai Pulau Dewata yang aman, damai, dan berbudaya demi mendukung pariwisata, pertumbuhan ekonomi, serta kelestarian adat dan budaya Bali," pungkasnya.
Pewarta: Rolandus NampuEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.