Denpasar (ANTARA) - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bali meminta pengunjung Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII Tahun 2026 membuat laporan ke posko keamanan apabila mengalami persoalan terkait keamanan saat berkunjung di Taman Budaya Art Center.
Kepala Satpol PP Bali Dewa Nyoman Rai Darmadi di Denpasar, Kamis, menyampaikan pernyataan ini untuk merespons viralnya sebuah video di media sosial yang berisi keluhan pengunjung karena mengalami dugaan pelecehan oleh pengunjung lainnya.
“Tidak ada laporan ke tim keamanan di PKB terkait kasus orang yang dimaksud, sedianya lapor ke posko keamanan kalau ada yang begini, di posko kan ada petugas jadi kalau ada laporan tentu yang sedang patroli bisa segera ke lokasi kejadian,” kata dia.
Berdasarkan konten yang diunggah akun greeytales di media sosial TikTok, diceritakan salah satu pengunjung pria sengaja menempelkan tubuh ke perempuan tersebut dengan gestur mencurigakan saat padat penonton di Panggung Ardha Candra.
Di kolom komentar, ternyata banyak pemilik akun lainnya yang mengalami hal sama saat menonton PKB 2026 di malam hari, bahkan salah satu dari mereka sempat memotret diduga oknum yang dimaksud, yang kemudian dikonfirmasi oleh beberapa perempuan yang merasa menjadi korbannya.
Atas kasus ini Satpol PP Bali memastikan akan mencari tahu pria tersebut dibantu tim keamanan PKB 2026 lainnya seperti Satpol PP Denpasar, TNI/Polri, pecalang, dan unsur pengamanan lainnya.
Disinggung soal pemeriksaan melalui CCTV, Dewa Darmadi meragukan itu bisa membantu, sebab dari video di media sosial kejadian menunjukkan waktu malam hari.
“Pikiran orang atau gestur orang di tengah keramaian sulit dicari tahu, maka semestinya langsung melapor, tapi kami akan berusaha cari dulu orangnya,” ujarnya.
Hingga saat ini, di festival seni tahunan terbesar di Bali itu, Satpol PP Bali belum mendapatkan laporan kasus besar di posko keamanan, hanya laporan kehilangan anggota keluarga yang cepat ditangani.
Selain itu mereka juga fokus memastikan area Taman Budaya Art Center steril dari sampah plastik sekali pakai.
Untuk itu Dewa Darmadi meminta masyarakat tak ragu melapor apabila terdapat masalah keamanan, mengingat Pesta Kesenian Bali masih akan berlangsung panjang hingga 11 Juli 2026 dengan potensi pengunjung lebih banyak lagi.
Ia juga mengingatkan agar lebih berhati-hati mengunggah sesuatu di media sosial seperti foto seseorang diduga pelaku, sebab berpotensi melanggar hukum apabila tidak terbukti bersalah.
“Yang jelas melapor, kalau untuk kehilangan barang kami imbau agar lebih berhati-hati, dan jangan buang sampah sembarangan, setiap giliran ada 100 orang tim keamanan berjaga dan ada patroli mulai dari jalan raya, pintu-pintu masuk Taman Budaya, panggung-panggung pagelaran, area kuliner, kami juga ada patroli intel menyusup di keramaian, jadi sulit kalau tidak langsung lapor,” tuturnya.
Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.