Denpasar (ANTARA) - Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menegaskan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjadi penopang utama keberlangsungan sektor pariwisata Bali. 

“Seperti apa pun keadaan yang terjadi, baik pada level global, regional maupun nasional, Bali harus tetap aman dan inklusif,” ujar Giri Prasta saat menghadiri apel TNI-Polri bersama Pecalang di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Bali, Selasa.

Karena itu, menurutnya, sinergi antara pecalang, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat harus terus diperkuat guna menjaga Pulau Dewata tetap aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.

Giri menjelaskan tantangan yang dihadapi Bali ke depan semakin dinamis akibat perkembangan situasi global, regional, maupun nasional. 

Namun, kondisi tersebut tidak boleh mengurangi komitmen seluruh pihak untuk menjaga Bali tetap aman, damai, toleran, dan inklusif.

Ia menjelaskan masyarakat Bali memiliki modal sosial yang kuat melalui nilai-nilai kearifan lokal dan sistem adat yang selama ini menjadi fondasi terciptanya harmoni serta kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.

Menurut Giri Prasta, keamanan Bali harus terus dijaga karena daerah ini tidak hanya menjadi salah satu destinasi wisata unggulan dunia, tetapi juga berkontribusi besar terhadap perolehan devisa dari sektor pariwisata nasional.

Untuk itu, berbagai potensi gangguan keamanan harus diantisipasi sejak dini agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar dan berpotensi mengganggu stabilitas daerah.

“Setiap potensi gangguan harus dieliminasi dan diperkecil sehingga tidak berkembang menjadi persoalan yang besar,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Giri Prasta menilai keberadaan pecalang memiliki peran strategis sebagai bagian dari sistem pengamanan terpadu berbasis masyarakat adat. Kolaborasi pecalang bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai menjadi kekuatan penting dalam menjaga keamanan dan kenyamanan Bali.

Atas nama Pemerintah Provinsi Bali dan masyarakat Bali, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Bali atas pelaksanaan apel bersama pecalang yang dinilai mampu memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan daerah.

Giri Prasta menambahkan, pengalaman Bali menjadi tuan rumah berbagai agenda internasional telah membuktikan kepada dunia bahwa Pulau Dewata merupakan destinasi yang aman dan nyaman. Karena itu, kerja sama seluruh komponen masyarakat dalam menjaga keamanan harus terus ditingkatkan.

“Dengan sinergi TNI, Polri, pecalang dan seluruh masyarakat, berbagai potensi persoalan dapat diantisipasi sehingga Bali tetap aman, nyaman, dan kondusif,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Bali Irjen Daniel menegaskan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bukan lagi semata-mata menjadi tanggung jawab Polri, melainkan tugas bersama seluruh elemen masyarakat melalui pendekatan community policing atau pemolisian modern.

Menurutnya, dalam konteks kehidupan masyarakat Bali, semangat tersebut telah lama hidup melalui keberadaan pecalang sebagai garda pengamanan berbasis adat yang memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan, ketertiban, dan keharmonisan masyarakat.

"Pecalang merupakan warisan kearifan lokal Bali yang lahir, tumbuh, dan mengakar langsung di tengah masyarakat adat. Mereka menjadi bagian penting dari sabuk kamtibmas yang memiliki kemampuan deteksi dini, pendekatan persuasif, serta penyelesaian masalah secara kultural," ujar Kapolda.



Pewarta: Rolandus Nampu
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026