Denpasar (Antara Bali) - Akibat adanya proses perbaikan jaringan listrik oleh PLN di Gilimanuk, Bali barat mengakibatkan beberapa penerangan jalan umum (PJU) di Denpasar dan sekitarnya mengalami gangguan, bahkan sampai padam.

"Beberapa PJU di seputaran Kota Denpasar belakangan ini mengalami gangguan, hal itu disebabkan perbaikan PLTG Gilimanuk oleh PLN," kata Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Denpasar, I Ketut Wisada di Denpasar, Jumat.

Ia mengatakan, pemadaman PJU itu bukan disengaja oleh Pemkot Denpasar, melainkan akibat adanya perbaikan jaringan listrik tersebut.

"Selama perbaikan jaringan listrik di Gilimanuk, terjadi pemadaman bergilir. Penerangan jalanpun imbasnya sama juga," katanya.

Selain itu, kata dia, dengan terjadinya pemadaman listrik bergilir daya tegangan mengakibatkan juga naik turun atau kurang stabil juga berpengaruh lambatnya lampu menyala.

"Bahkan ada beberapa lampu penerangan jalan sejak dilakukan pemadaman bergilir mati. Mungkin tegangannya kurang stabil," ujarnya.

Ia mengatakan, PJU yang biasanya menyala dari pukul 18.00 Wita sejak perbaikan listrik yang dilakukan oleh PLN, PJU baru  mulai menyala dari pukul 22.00 Wita.

Dikatakan, sedangkan beberapa ruas jalan yang dianggap rawan PJU akan tetap menyala. Dengan cara melakukan mengatur pada "Resetting Time Swich" atau pengatur waktu PJU yang dimiliki pihak DKP.

"Kita berusaha memberikan pelayanan terbaik terhadap masyarakat, salah satunya dengan tetap menyalakan PJU di jalan-jalan yang dianggap rawan," kata Wisada mantan Asisten II Pemkot Denpasar itu.

Ia menyebutkan, ada beberapa ruas jalan PJU akan menyala sebagian antara lain, di daerah simpang enam Jalan Teuku Umar, Renon, Gajah Mada, HM Tamrin, Sumatra, Gatot Subroto, Setia Budi, Cokroaminoto, PB.Sudirman, WR. Supratman, dan di seputaran Lapangan Puputan Badung Denpasar.

Sedangkan PJU di desa-desa wilayah Kota Denpasar akan tetap menyala seperti biasa.

"Kita harapkan masyarakat memaklumi terhadap keterlambatan nyala PJU di beberapa ruas jalan. Mudah-mudahan keterlambatan itu tidak menggangu aktivitas warga masyarakat Denpasar," kata Wisada.

Data PLN Distribusi Bali menyebutkan, total daya kelistrikan Bali 562 megawatt (MW) yang berasal dari tiga pembangkit yaitu PLTG Gilimanuk sebesar 130 MW, PLTG Pemaron Kabupaten Buleleng 80 MW dan PLTG atau PLTD Pesanggaran Denpasar 152 MW, ditambah kabel laut dari Pulau Jawa 200 MW.

Dengan adanya pemeliharaan pada PLTG Gilimanuk yang berkapasitas 130 MW, Bali kehilangan energi sebesar itu, sehingga rentan terjadi pemadaman listrik bergilir. (*)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026