Kepala Poltabes Denpasar Komisaris Besar Polisi I Gede Alit Widana di Denpasar, Rabu menjelaskan, pengambilalihan penanganan dari Kepolisian Sektor Denpasar Barat ini bukan meremehkan kemampuan penanganan oleh personel di bawahnya.
"Kami ambil alih kasus ini karena mempertimbangkan jumlah personel dan peralatan yang dimiliki di Poltabes lebih banyak sehingga koordinasi lebih mudah, daripada hanya ditangani oleh polsek," katanya.
Menurut dia, jika nantinya membutuhkan koordinasi yang lebih luas lagi, maka Poltabes akan lebih mudah untuk melakukan hal itu, khususnya untuk lintas sektoral sehingga lebih cepat penanganannya, termasuk untuk penanganan menggunakan "cybercrime".
"Untuk pelacakan sudah kami koordinasikan dan mohon doa restunya saja agar pembunuhan ini dapat diungkap cepat sehingga keluarga dan masyarakat mendapat kepastian," kata Alit Widana.
Mantan Kapolres Gianyar dan Tabanan ini terus menolak ketika didesak untuk perkembangan terakhir terkait penyelidikan pembunuhan yang tergolong sadis ini.
"Nanti dulu lah, kalau sudah ada data yang signifikan pasti akan kami kabari lagi. Yang jelas tim saya saat ini terus bergerak ke berbagai tempat," kata Kapoltabes yang mengaku tak membentuk tim khusus untuk penanganan kasus ini.
Disinggung motifnya, Alit Widana mengatakan, untuk sementara masih perampokan karena ada benda milik korban yang hilang, yaitu telepon genggam. Namun polisi terus melakukan penyelidikan adanya motif lain, termasuk masalah pribadi maupun dugaan persaingan bisnis yang masih terus diperdalam lagi.
Ditanya pelakunya apakah lebih dari satu orang, Kapoltabes menolak untuk menjawab. "Tunggulah, jangan terburu-buru. Semuanya pasti akan terungkap," ujarnya.
Pasangan Sugianto dan Fenny ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan beberapa waktu lalu di tempat usahanya di Toko Sejahtera, Jalan Wahidin No 47B Denpasar. Tubuh kedua korban ini ditemukan karyawannya yang hendak membuka toko.
Fenny mengalami luka tusuk di bagian leher bagian belakang tembus di bagian telinga, sementara Sugianto ada luka tusuk di bagian punggung kanan dan telinga kiri robek. (*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.