"Anggaran bedah rumah yang diterima masing-masing warga naik menjadi Rp25 juta. Sebelumnya pada APBD induk 2012, tiap warga dialokasikan Rp20 juta," kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali Ketut Susrama, di Denpasar, Selasa.
Menurut dia, dengan peningkatan alokasi anggaran diharapkan dapat menambah semangat masyarakat melaksanakan gotong royong membangun rumah warga yang tidak mampu sekaligus memberikan rumah yang lebih baik bagi warga.
Pembangunan 395 rumah dilaksanakan melalui sistem swakelola di desa dan penerimanya tersebar di seluruh kabupaten/kota di Bali. Selain perubahan dari sisi anggaran, kata dia, pada setiap rumah tidak lagi menggunakan atap dari asbes, melainkan menggunakan genteng lokal.
"Hal ini untuk meningkatkan kualitas bantuan bedah rumah, memudahkan penggantian jika ada kerusakan dan juga meningkatkan produktivitas perajin genteng di Bali," katanya.
Dengan menggunakan genteng, lanjut dia, para pengusaha lokal diharapkan bisa mendapatkan imbas manfaat ekonomi dari program ini. Berbeda halnya asbes yang mayoritas berasal dari pengusaha luar Bali.
"Sejak seminggu yang lalu tim kami telah melaksanakan verifikasi bagi calon penerima bedah rumah. Target kami verifikasi bisa berjalan cepat, sehingga masyarakat dapat segera menempati rumah yang lebih baik," katanya.(LHS)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.