Denpasar (Antara Bali) - Turis asing asal negara-negara kawasan ASEAN semakin stabil yang berkunjung ke Bali, setelah peristiwa Bom Jakarta dan berhasilnya petugas keamanan Indonesia menumpas pelaku teroris, Juli lalu.

Wisatawan mancanegara asal Malaysia sudah mulai ramai kembali berlibur ke Bali setelah peristiwa tarian pendet mencuat tempo hari, kata Pengamat Pariwisata Bali, Tjok Gde Agung di Denpasar, Selasa.

Demikian juga pelancong asal Thailand semakin banyak yang datang melakukan perjalanan wisata ke pulau dewata, menyebabkan jumlah turis asal ASEAN semakin banyak yang ke Bali.

Selama Oktober 2009, wisman asal ASEAN yang berlibur ke Bali mencapai 16.455 orang atau naik dibandingkan bulan sebelumnya 13.429 orang sehingga seluruhnya menjadi 183.497 orang.

Kedatangan wisman asal ASEAN itu menyumbang 9,74 persen dari jumlah kunjungan wisaman secara keseluruhan ke Bali yang mencapai 1,8 juta orang selama periode Januari-Oktober 2009.

Gde Agung mengatakan, angka kunjungan wisman asal Thailand ke Bali mengalami lonjakan hampir 80 persen dari 1.736 orang selama September 2009 menjadi 3.076 orang pada Oktober.

Wisatawan dari sembilan negara anggota ASEAN yang tercatat berlibur ke Bali sebanyak 183.497 orang selama Januari-Oktober 2009, asal Malaysia tercatat paling banyak yakni 109.312 orang menyusul asal Singapura 42.000 orang.

Sedangkan pelancong asal Thailand menempati urutan ke tiga sebanyak 20.728 orang, disusul Filipina 6.178 orang dan negara lain masih di bawah seribu orang.

Menyaksikan grafik kunjungan wisman ke Bali secara keseluruhan menurun, usai pengeboman di Jakarta Juli serta peristiwa-peristiwa lain yang meresahkan, Gde Agung menggarisbawahi bahwa masalah keamanan dan kenyamanan memegang peranan penting.

Untuk itu dalam menarik kunjungan turis asing ke sini, semua pihak diharapkan menjaga keamanan di wilayahnya masing-masing, katanya.(*)


Editor : Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026