"Kami meyakini dengan berkumpul bersama secara tulus, maka akan muncul alur dan bilur energi kedamaian," kata Made Suryawan, panitia pengarah Gema Perdamaian, di Denpasar, Senin.
Gema Perdamaian pada 2012 ini, kata dia, telah memasuki usia yang kesepuluh tahun. Gelaran pertama dilaksanakan pada 12 Oktober 2003, tepat setahun pascatragedi Bom Bali I.
"Gema Perdamaian tidak hanya mengenang kita pada peristiwa bom yang menghentakkan masyarakat Bali dan bahkan dunia, namun sekaligus menjadi media pembelajaran bagi semua pihak untuk turut menciptakan perdamaian," ucapnya.
Tokoh-tokoh agama, lintas etnis, pejabat, pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum yang jumlahnya ribuan akan berbaur melantunkan doa bersama tepat pada pukul 19.00 Wita.
"Jika Bali tanpa kedamaian, maka lupakanlah keinginan untuk terus membangun pariwisata," katanya. Kegiatan tersebut, lanjut dia, untuk mengingat kembali bahwa kita ini makhluk spirit atau roh. "Hanya dengan damai, kita bisa mengingat jati diri," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Gema Perdamaian Made Aripta Wibawa mengharapkan masyarakat Bali untuk turut merasa memiliki acara tersebut. "Di sini keragaman disatukan dengan perdamaian. Gema Perdamaian bukan siraman rohani, tetapi mendoakan bersama-sama untuk perdamaian negeri ini," katanya.(LHS/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.