"Kami kurang setuju impor daging sapi karena alasan memenuhi kebutuhan esensial atau restoran. Karena itu, pemerintah harus tegas membuat kebijakan yang berpihak kepada peternak," kata Ketua HKTI Prof I Nyoman Suparta di Denpasar, Rabu.
Impor daging sapi terus berlanjut selama bertahun-tahun, karena tidak adanya pembatasan kuotanya. terhadap impor tersebut.
Menurut dia, kualitas daging sapi Bali sudah menyamai produk serupa dari luar negeri sehingga pihaknya meminta pemerintah memasang target agar bisa memenuhi kebutuhan daging sapi dari dalam negeri sendiri, tanpa terus ketergantungan impor.
Ketua DPD PHRI Bali Tjokorda Artha Ardana Sukawati mengatakan, untuk meningkatkan pemanfaatan daging sapi dari dalam daerah sendiri perlu adanya kerja sama dari semua pihak termasuk dari para peternak dan pelaku industri pariwisata.
Peternak diharapkan dapat meningkatkan standar produk daging sapinya supaya kualitas bisa bersaing dengan dari luar negeri, karena pontensi pasar masih terbuka.(IGT/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.