"Saat saya minta tandatangan untuk membuka rekening kelompok nelayan guna keperluan pencairan dana bantuan dari Gubernur Bali, di kantor desa saya mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakkan," kata Nyari saat ditemui wartawan di rumahnya.
Nyari mengatakan, dirinya merasa ditantang dan dilecehkan oleh Suastika yang menuduh, kelompok nelayan yang ia pimpin tersebut bodong.
Saat Nyari membantahnya, Suastika justru menantang dirinya untuk menjadi perbekel agar mudah mendapatkan tandatangan. "Mana mungkin saya bisa jadi perbekel karena saya sekolah saja cuma sampai SD. Memang pak kades tampaknya ingin menghina saya," ujar Nyari.
Namun Suastika ketika dikonfirmasi wartawan, membantah dirinya tidak memberikan pelayanan kepada warganya yang disebut nyaris terjadi perkelahian itu. "Saya hanya minta, kelompok nelayan itu diverifikasi dulu dengan mengumpulkan seluruh pengurus dan anggota. Jangan hanya membawa proposal saja," katanya.(GBI/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.