"Dengan profesionalisme dan keterampilan yang tinggi diharapkan mampu meningakatkan pelayanan, sekaligus dalam menghadapi berbagai tantangan tugas yang semakin kompleks," kata Sekda Provinsi Bali Drs I Nyoman Yasa MSi di Denpasar, Kamis.
Ketika menutup pendidikan dan latihan (Diklat) Kepemimpinan Tingkat III Angkatan ke-32, ia menilai, upaya meningkatkan keterampilan dan profesionalisme itu sangat penting, mengingat selama ini masih ada anggapan masyarakat, bahwa pelayanan jajaran birokrasi masih lamban.
"Selain pelayanan itu lamban, juga dinilai berbelit-belit, tidak efektif dan efisien," ujar Sekda I Nyoman Yasa.
Ia mengingatkan, kesan yang kurang baik itu hendaknya jangan membuat jajaran birokrasi berkecil hati, namun harus dipandang sebagai tantangan yang harus dapat diatasi.
"Semua itu harus dapat diatasi dengan menunjukkan kinerja nyata, profesionalisme dan kesadaran tinggi sebagai unsur aparatur pemerintah, abdi negara dan abdi masyarakat," kata Sekda Nyoman Yasa.
Ia mengharapkan, stigma negatif di masyarakat itu dapat disikapi dengan arif dan bijaksana melalui introspeksi diri dan menumbuhkan tekad untuk melakukan perubahan sikap dan perilaku sebagai pegawai negeri sipil (PNS).
"Setiap PNS hendaknya memahami, bahwa sistem pemerintahan bermuara pada pelayanan publik," katanya.
Untuk itu, PNS pada semua tingkatan harus mampu mengubah sikap, perilaku serta pola pikir menjadi lebih rasional, realistis dan holistik dalam menghadapi tantangan dan tuntutan pengabdian yang lebih profesional.
Melalui diklat kepemimpinan tingkat III diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme jajaran birokrasi, ucapnya.
Diklatpim III Angkatan ke-31 diikuti 38 peserta yang terdiri atas 36 pejabat struktural eselon III dan dua orang pejabat struktural eselon IV.
Kegiatan tersebut berlangsung dua bulan dengan materi pelatihan berupa kajian sikap, perilaku, manajemen publik, pembangunan dan aktualisasi diri yang disesuaikan dengan berbagai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. (*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.