"Gunung Batur tetap dalam status Normal (Level I), baik berdasarkan pengamatan visual maupun data seismograf," kata Pengamat (PPGA) Batur, Komang Gina Wijaya, saat dihubungi dari Denpasar, Selasa.
Sebelumnya Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Senin (3/9) menyatakan bahwa Gunung Batur masuk dalam daftar 15 gunung api di Tanah Air yang berstatus Waspada.
"Sampai detik ini, Gunung Batur dalam status Normal, tidak ada peningkatan aktivitas. Kami melakukan pengamatan 24 jam nonstop," kata Gina Wijaya.
Ia menjelaskan bahwa secara visual jika terjadi peningkatan aktivitas akan terlihat perubahan pada asap kawah atau pun suhu. Untuk Gunung Batur sendiri, temperatur udara masih seperti hari-hari sebelumnya yakni pada pagi hari berkisar 15-17 derajat Celcius, dan siang hari 19-21 derajat Celcius.
"Yang paling kentara kalau ada perubahan status gunung api tentu terlihat pada jarum seismograf akibat getaran. Lewat pengukuran seismograf, semua masih normal," katanya.
Oleh karena tidak ada peningkatan status dan masih normal, pihaknya berharap masyarakat tidak perlu khawatir dan Gunung Batur masih aman untuk kegiatan pendakian hingga saat ini.(LHS/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.