"Nilai perdagangan tersebut meningkat sebesar 2,30 persen jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 47,71 juta dolar AS dan menurun 1,74 persen jika dibanding dengan bulan Juni 2012 yang mencapai 49,68 juta dolar AS," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, I Gede Suarsa, di Denpasar, Senin.
Menurut dia, berbagai jenis mata dagangan yang ditopang hasil industri dan kerajinan rumah tangga itu menembus pasaran Amerika Serikat 25,33 persen, Jepang 11,15 persen, Australia 8,42 persen, Singapura 6,98 persen dan Hong Kong 5,99 persen.
Lima komoditas utama yang menembus pasaran luar negeri terdiri atas produk ikan dan udang sebesar 21,90 persen, pakaian jadi bukan rajutan 14,06 persen, perhiasan/permata 13,75 persen, produk kayu dan barang dari kayu 10,25 persen serta penerangan rumah 8,34 persen.
Sementara angka impor Bali selama Juli 2012 tercatat 8,7 juta dolar AS, menurun 50,45 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya mencapai 17,57 juta dolar AS dan menurun 14,83 persen dibanding keadaan Juni 2012 mencapai 10,2 juta dolar AS.
Impor tersebut sebagian besar berasal dari China 21,92 persen, disusul Hong Kong 19,13 pesen, Singapura 15,31 persen, Amerika Serikat 12,76 persen, dan Taiwan 6,07 persen.(*/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.