Singaraja (Antara Bali) - Watak masyarakat cendrung mengalami perubahan, dan tidak sedikit di antara mereka terjebak terhadap  sikap nafsu mementingkan diri sendiri.

Selain itu keserakahan yang mengakibatkan semakin banyaknya kemaksiatan dan kemungkaran yang menimbulkan perselisihan dan pertengkaran, yang tidak jarang sampai merenggut korban jiwa, kata khotib  Nur Chosim  di Singaraja, Minggu.

Pada sholat Idul Fitri 1433 H di lapangan olahraga Undiksha Singaraja, Ia mengatakan, semuanya itu terjadi diduga akibat pengaruh  maraknya peredaran minuman keras, narkoba dan tayangan film-film yang tidak mendidik lainnya.

Dampak dari semua itu, kini bisa disaksikan,  dalam kehidupan sehari-hari, ada orang yang ingin memperoleh suatu jabatan dengan menghalalkan segala cara sehingga berbuah malapetaka, yakni banyak pejabat dan elit politik terjerat kasus korupsi.

Nur Chosim mengajak, kaum Muslimin dalam suasana Idul Fitri mulai menebarkan kasih sayang dari keluarga sendiri, dengan saling memaafkan untuk menciptakan kepadulian sesama muslim dan kerukunan nasional.

Sholat Idul Fitri 1433 Hijriah dengan Imam M.Kanifan diikuti ribuan warga muslim di Kota Singaraja dan sekitarnya.(LHS/IGT)



Editor : Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026