Lomba itu dilakukan setelah warga binaan dan petugas lapas melakukan upacara bendera yang dipimpin Kepala Lapas Kerobokan, I Gusti Ngurah Widarta.
"Saya baru pertama kalinya mengikuti lomba panjat pinang itu, meskipun lelah dan terasa sakit tetapi saya senang dan itu seru," kata Renae Lawrence, warga binaan yang berasal dari Australia.
Wanita yang dijatuhi hukuman seumur hidup itu, tidak canggung mengikuti budaya masyarakat Indonesia yang biasanya dilakukan saat merayakan Hari Kemerdekaan RI.
Bersama rekan satu bloknya, yakni Blok Wijaya Kusuma, Renae yang tertangkap pada April 2005 di Bandara Ngurah Rai itu, bahkan menjadi tumpuan rekannya untuk memanjat pinang sebanyak dua kali.
Meski cukup sulit, namun dengan kerja sama yang apik, beberapa napi akhirnya mampu meraih beberapa hadiah menarik yang digantung di puncak tiang tersebut. Hadiah tersebut di antaranya kipas angin, sepatu, bahan mandi, hingga mie instan.(DWA)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.