Yogyakarta (Antara Bali) - Produsen gudeg di sentra makanan khas gudeg Wijilan, Kota Yogyakarta terus berinovasi menghadapi persaingan usaha sejenis yang kini telah berkembang di kawasan itu.

"Inovasi itu penting, karena sebagai pelaku usaha saya harus bisa mendekatkan diri dengan konsumen, sehingga makanan yang disajikan bisa tetap digemari pelanggan," kata pemilik warung gudeg "Bu Lies" di Wijilan Yogyakarta, Elies Dyah Darmawati, Selasa.

Inovasi yang dilakukan oleh pengusaha gudeg yang telah menggeluti usaha sejak 20 tahun lalu ini di antaranya dengan membuka beberapa cabang yang sebagian berada di luar kawasan sentra makanan khas ini.

"Saat ini sudah ada empat warung makan, yakni dua di kawasan sentra ini, satu warung di Gamelan dan satu lagi di kawasan mal malioboro, khusus di mal saya ingin mendekati pelanggan, karena mungkin saja wisatawan tidak sempat mampir ke sentra," katanya.

Selain itu, kata dia gudeg yang umumnya disajikan dalam kotak atau dos, kini juga dikembangkan dalam bentuk kaleng untuk sasaran wisatawan yang tidak menghendaki makan di tempat, melainkan untuk dibawa pulang atau sebagai oleh-oleh famili di luar kota.(IGT)



: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026