Wayan Asmara, warga Denpasar, saat menyaksikan finis balap sepeda itu di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, "Bajra Sandhi", Renon, Denpasar mengatakan, banyak warga yang tidak tahu ada kegiatan lomba balap sepeda tersebut.
"Minimnya publikasi dari pihak panitia, mungkin salah satu penyebab sedikitnya warga yang menyaksikan olahraga bertaraf internasional tersebut," katanya.
Selain itu, kata dia, mungkin warga mulai jenuh menyaksikan kegiatan-kegiatan olahraga semacam ini, dibanding di daerah lain yang selalu ramai menyambut para pembalap sepeda saat melewati wilayahnya.
"Mungkin masyarakat di sini menganggap kegiatan olahraga bertaraf internasional sudah biasa. Tetapi kalau pementasan budaya justru warga akan menyaksikan dengan antusiasnya," kata Asmara yang juga pemandu wisata.
Hal senada juga diungkapkan Yono, seorang panitia. Animo masyarakat Bali untuk menyaksikan kegiatan ini sangat kurang, terlihat sepanjang lintasan Gilimanuk sampai Kota Denpasar warga menanggapi biasa-biasa saja.
"Beda situasinya, kalau di sepanjang jalur Jakarta hingga Banyuwangi, Jawa Timur antusias warga menyaksikan pembalap luar biasa. Mereka rela menunggu di terik matahari berjam-jam untuk dapat menyaksikan pembalap itu berlaga," ucapnya.
Suasana itu juga tampak di garis finis etape ke-10 yang sepi penonton, padahal panitia sudah mengantisipasi jalur dilewati pembalap tersebut disekat pagar papan dengan tujuan jika penonton membludak agar tidak sampai menganggu kegiatan lomba itu.
Penonton yang menyaksikan pembalap tersebut hanya ratusan orang. Itupun sebagian besar dari panitia dan karyawan yang mengenakan baju kaos berlogo PT Telkom.
Sampai-sampai "event organitations" (EO) berkali-kali meminta lewat pengeras suara agar penonton berjejer di sepanjang lintasan garis finis tersebut.
"Bapak-bapak, ibu-ibu dan saudara-saudara sekalian tolong beri semangat para pembalap tersebut, karena sebentar lagi pembalap sepeda tiba digaris finis," kata seorang pemandu kegiatan.
Pada etape ke-10 yang start dari Gilimanuk, Kabupaten Jembrana menuju Kota Denpasar menempuh jarak 136, 8 kilometer diikuti sebanyak 71 pembalap berasal dari sembilan negara.
Pada etape tersebut, tampil sebagai juara I pada "stage individual classification" adalah Adi Ahmad Jukardi, Juara II Agung Ali Sahbana dan juara III Andika Riyanto.
Kegiatan balap sepeda itu dimulai sejak 22 November lalu mengambil start di Jakarta yang selanjutnya melewati lima provinsi dan 11 kota sepanjang Pulau Jawa hingga Bali. Jarak tempuh kegiatan balap sepeda tersebut mencapai 1.513 kilometer.(*)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.