"Kami menyediakan berbagai fasilitas di objek wisata Gunung Api Purba atau Nglanggeran. Kami menawarkan wisata alam, dan sekaligus wisata pedesaan yang sangat mempesona," kata pengelola Gunung Api Purba, Sugeng Handoko di Gunung Kidul, Senin.
Ia mengatakan, jenis kegiatan yang ditawarkan yakni program menginap diantaranya adalah tinggal di rumah warga, atraksi budaya masyarakat lokal, proses pembelajaran meliputi belajar membuat topeng atau membatik topeng, belajar karawitan atau gamelan, belajar seni tari, menjadi masyarakat Desa dengan mengikuti aktivitas masyarakat, belajar pertanian seperti membajak, menanam padi, belajar proses pembuatan makanan "purba rasa", belajar unggah-ungguh dan toto kromo dam belajar kreasi janur.
Sementara, kegiatan alam bebas meliputi jalan keliling Desa, "soft tracking" ke Gunung Api Purba, "Uji kompak Team Kamu", "flying fox", "rafling", panjat tebing, sepak bola lumpur, tangkap bebek dalam lumpur,tangkap ikan di kolam, bakti sosial, kerja bakti kebersihan lingkungan perdesaan, paket tanam pohon dan bisa dinamai penanamnya, pelepasan ikan di sungai dan pelepasan burung ke hutan rakyat Nglanggeran.
"Biasanya kegiatan Gunung Api Nglageran yakni berkemah yang dilakukan mahasiswa di Universitas Gajah Mada dan kelompok-kelompok pencinta alam. Sedangkan kegiatan alam bebas disukai oleh siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) dari Kota Yogyakarta," kata Sugeng.
Ia mengatakan, banyak wisatawan lokal, dan ada juga sesekali wisatawan asing mengunjungi gunung Nglanggeran untuk menikmati keindahan pemandangan, mencoba menaklukkan batu-batu besar untuk didaki, dan banyak juga yang hanya sekedar melepas kepenatan seusai ujian dan kebisingan kota.(IGT)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.