"Sekarang ini sudah ada 39 warga binaan yang diketahui, namun mungkin bisa lebih dari itu yang positif HIV," kata dr. Anak Agung Gede Hartawan, anggota tim medis Lapas Kerobokan di Denpasar, Senin.
Menurut dia, pihak lapas telah melakukan beberapa tahanan tes, sebelum mereka menjadi warga binaan yakni dengan adanya konseling, dan tes kesehatan. Dia mengungkapkan bahwa dari kajian yang dilakukan lembaga pemasyarakatan terbesar di Bali itu sebagian besar penularan HIV terjadi melalui hubungan seksual.
Tahun 2010, lanjut Hartawan, pihaknya telah melakukan tes terhadap 417 warga binaan dan diketahui sembilan orang positif HIv dengan tujuh orang di antaranya diketahui terinfeksi melalui hubungan seksual dan dua orang lainnya melalui jarum suntik.
Sementara pada tahun 2011, penularan HIV melalui hubungan seksual meningkat sebanyak 14 orang, sedangkan melalui jarum suntik sebanyak satu orang. Tes itu dilakukan terhadap 675 warga binaan yang ditahan di Lapas Kerobokan.
Hartawan menjelaskan bahwa dari 39 warga binaan itu, 16 orang di antaranya didapatkan dari tes konseling sukarela atau VCT yang dilakukan terhadap 390 warga binaan selama periode Januari hingga Juli 2012.
LP Kerobokan mencatat angka kematian akibat HIV dari tahun 2007 hingga 2011 sebanyak 12 warga binaan (DWA/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.