Oleh  I Ketut Atmadja

Denpasar (Antara Bali) - Atlet andalan Bali kini sedang dipoles oleh para  pelatih masing-masing untuk ambisi bisa meningkatkan peringkat dari urutan sembilan yang diperoleh pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Kalimantan Timur tahun 2008.

Keinginan para atlet, pelatih dan pembina olahraga di Pulau Dewata dinilai wajar bagi mereka yang mengadu ketangkasan untuk bisa memenangkan pertandingan dan memperoleh nilai yang terbaik, yakni medali emas di setiap pertarungan.

Ambisi atlet Bali tersebut diakui memiliki banyak tantangan, terutamanya terhadap Riau sebagai tuan rumah yang pada PON Kaltim satu setrip di bawah Bali, sudah memproklamirkan ambisinya menjadi Juara Umum atau lima besar PON 2012.

Atlet tuan rumah tentu tidak kalah geraknya untuk bisa meraih ambisinya dengan mendatangkan atlet terbaik Nusantara, seperti halnya perenang putra terbaik Indonesia asal Bali, I Gede Siman Sutartawa yang kini menjadi milik Riau.

Bali tentu tidak akan berpangku tangan dengan lepasnya perenang terbaiknya itu, tentu memiliki strategi untuk menghadapi lawan-lawan di arena pertandingan, termasuk di luar itu sehingga mampu menggeser peringkat daerah lainnya.

Riau di PON Kaltim sudah dapat dipastikan akan naik ke peringkat lebih kecil dari sepuluh besar tahun 2008, dengan menggeser kedudukan Bali yang ada di atasnya, dan putra-putri pulau Dewata tentu harus bekerja keras bisa menggeser yang lain.

Ketua Umum KONI Bali, Made Nariana menyadari hal itu, maka atlet asuhannya agar mampu memenuhi ambisinya harus mampu menggeser Lampung, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan yang selama ini ada di atas Bali.

Kalau atlet gemblengan rekan-rekan di Jawa sudah tidak mungkin bisa di geser bahkan Bali mendoakan agar memperolehan medali bisa di borong lebih banyak dari atlet nasional yang bercokol di DKI, Jabar, Jateng maupun Jatim.

Petinggi Olahraga Bali memang sudah membaca peta olahraga regional tersebut, sehingga menyusun strategi untuk  program latihan terhadap atlet-atlet pilihan yang selama ini meraih prestasi tinggi dan atlet yang mungkin bisa meraih emas di PON Riau.

Melihat peta olahraga tersebut, KONI Bali di bawah kendali Made Nariana, berusaha memintakan perhatian kepada pemerintah Provinsi Bali supaya memberikan penghargaan kepada atlet yang pernah mengharumkan nama Bali di kancah nasional maupun antarbangsa.

Penghargaan  tersebut berupa pengangkatan para atlet yang pernah mengharumkan nama Bali di tingkat nasional dan internasional menjadi pegawai negeri sipil (PNS) maka sejak 2009 sudah ada sekitar 30 atlet berpretasi asal Bali menjadi PNS pusat dan daerah.

Tali Kasih
Sejak 2010 pemerintah memberikan dana tali kasih kepada atlet dan pelatih yang pernah berjasa di bidang olahraga melalui program atlet andalan daerah (Palda) Bali emas sebagai persiapan kontingen Bali menuju PON Riau 2012.

Palda Bali emas tahun pertama dihuni 43 atlet dan 17 pelatih dari 16 cabang olahraga, yaitu atletik, angkat besi, biliar, balap motor,bola voli pantai,golf, judo,karate, kempo,layar, panjat tebing, pencak silat, menembak, ski air, tarung derajat dan tinju.

Tali kasih tahun pertama yang diberikan Pemerintah Provinsi Bali lewat APBD kepada atlet dan pelatih sebagai dana pembinaan Rp1 juta per orang setiap bulan dipotong pajak. Pemberian penghargaan tersebut terus di lanjutkan tahun 2011.

Dana tali kasih ditingkatkan pada Program Palda Bali emas 2011, untuk atlet dan pelatih dengan pemberian penghargaan lebih besar yakni Rp2,5 juta per orang dalam sebulan bagi atlet peringkat pertama dan Rp2 juta bagi atlet peringkat dua.

Atlet yang lolos babak kualifikasi PON maupun yang memiliki prestasi lainnya yang tergabung dalam program Palda Bali Emas mulai September 2011 termasuk peringkat tiga sehingga diberikan penghargaan berupa dana Rp1 juta per bulan.

Sementara tahun 2012, pembinaan atlet melalui Palda Bali menuju PON 2012 sebanyak 237 orang dari 33 cabang olahraga dan 58 pelatih sebagai persiapan untuk kontingen pulau Dewata yang akan berlaga di multi event empat tahunan di Riau tetap diberikan dana tali kasih.

Ketua Binpres KONI Bali Yamadhiputra mengatakan, Pemberian tali kasih untuk tahun 2012 tidak lagi ada perbedaan diantara atlet yang ada karena semua peserta Palda Bali Emas menuju PON 2012 memiliki hak dan kewajiban yang sama.

Penghargaan berupa dana tali kasih yang diberikan pemerintah tersebut hanya sebagai dana pembinaan kepada atlet dalam meningkatkan latihan di samping menghindari adanya atlet yang loncat pagar ke luar daerah  yang sering dikhawatirkan banyak daerah di nusantara.

Dana tali kasih yang diberikan pemerintah memang tidak begitu besar dibandingkan prestasi atlet dan pelatih tetapi itu kemampuan daerah yang diberikan lewat program Palda Bali Emas sebagai salah satu upaya mempersiapkan kontingen Bali menuju PON XVIII Riau.

Melalui kerja sama antara pemerintah, atlet dan pelatih yang tergabung dalam program Palda Bali Emas maka prestasi atlet Bali akan meningkat. Inilah cara Bali dalam mempersiapkan diri untuk bisa menembus ambisinya meningkatkan peringkat di PON Riau.

Semua pihak menyadari bahwa kondisi tersebut, kontingen Bali dalam mempertahankan prestasi cukup berat, namun dengan program Palda Bali emas yang dilandasi semangat para atlet, pelatih serta dukungan seluruh rakyat daerah ini, maka prestasi bisa ditingkatkan.

Lewat program Palda Bali Emas, atlet dan pelatih termasuk Pembina olahraga lainnya memiliki semangat melakukan latihan secara berencana dan berkelanjutan sehingga bidang Binperes KONI Bali sudah membuat rancangan perolehan medali di PON 2012.

Atas kerja keras atlet dan pelatih masing-masing cabang olahraga sudah berani menetapkan sasaran yang dalam meraih emas di PON nanti, bahkan dalam perkiraan kasar kontingen Bali dalam PON Riau sudah merancang perolehan 33 emas.

Jika prestasi tersebut bisa terwujud menjadi kenyataan di Riau peringkat Bali akan lebih terhormat. Rancangan perolehan emas  tentu atas dasar kenyataan di lapangan yang dipantau lewat kejuaraan Nasional, demikian Yamadhiputra.(*/T007)


: Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026