"Sekitar 260 sungai dari 400 sungai yang ada di Bali kini dalam kondisi memprihatinkan," kata Gubernur Bali Made Mangku Pastika di Denpasar, Minggu.
Ia mengatakan, sisanya 140 sungai dalam proses yang diprediksikan akan mengalami hal yang sama, sebagai dampak dari kurang lestarinya kawasan hutan.
Selain sungai yang mengalami kekeringan, empat danau yang ada di Pulau Dewata juga mengalami hal yang sama.
Keempat danau airnya menurun dari permukaan, yang terdiri atas Danau Batur di Kabupaten Bangli, Danau Beratan, Danau Buyan di Kabupaten Tabanan serta Danau Tamblingan di Kabupaten Buleleng.
Turunnya permukaan air danau dan tidak berfungsinya separuh lebih sungai yang ada, masih diperparah lagi dengan tindakan sejumlah pengusaha yang menyedot air bawah tanah, pada kedalaman 200 meter.
Gubernur Pastika mengingatkan, semua itu sebagai akibat tidak lestarinya kawasan hutan, yang disebabkan berbagai faktor antara lain kurangnya kesadaran masyarakat akan kelestarian kawasan hutan dan aneka jenis pepohonan rindang.
Semua itu memerlukan langkah penyelamatan alam Bali dengan melakukan gerakan penghijauan pada setiap jengkal tanah, baik pada milik masyarakat maupun kawasan hutan.
Upaya tersebut sangat penting, untuk mencegah terjadinya pemanasan global, ucap Mangku Pastika berharap.
Bali memiliki kawasan hutan hanya 22 persen dari luas daratan, padahal seharusnya minimal mencapai 30 persen dari luas daratan.
Kawasan hutan yang ada seluas 130.686 hektare yang terdiri atas hutan lindung 95.766 hektare (73,28 persen), hutan konservasi 26.293 hektare (20,12 persen) dan hutan produksi 8.626 hektare (6,60 persen).
Untuk itu, Dinas Kehutanan Bali dalam tahun 2009 merencanakan penggarapan lahan kritis di kawasan hutan seluas 325 hektare.
Upaya tersebut dilakukan secara berkesinambungan dengan dukungan peranserta masyarakat setempat, guna mampu mengembalikan fungsi hutan. (*)
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.