Denpasar (Antara Bali) - Limpahan sampah yang menyebar mengotori perairan kawasan Pelabuhan Benoa, Bali, diduga berasal dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Kota Denpasar.

General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Benoa, Iwan Sabatini di Denpasar, Senin mengatakan, saat ini jumlah sampah yang singgah di perairan dan pesisir Pelabuhan Benoa mencapai 15 ton per bulan.

Bahkan untuk musim-musim tertentu, kata dia, jumlah ini lebih banyak bila dibandingkan dengan hari-hari biasa.

"Semua sampah tersebut diangkut manual secara rutin dan terkonsentrasi di pelabuhan marina yang terletak di sebelah selatan pelabuhan penumpang dan pelabuhan peti kemas saat ini," katanya.

Ia menjelaskan, dalam sebulan jumlah sampah bisa terkumpul lebih dari 1.000 karung. Bila dijumlahkan maka bisa mencapai 15 ton per bulan. Artinya, rata-rata per hari adalah tiga ton lebih sampah yang harus dievakuasi dari pelabuhan marina tersebut.

Padahal pelabuhan tersebut merupakan pelabuhan pariwisata. Dengan demikian, maka puluhan kapal terpaksa dilabuhkan di antara sampah yang memenuhi areal pelabuhan.

Konsentrasi di pelabuhan marina karena lokasinya adalah cekungan atau teluk yang paling rendah. Luas arealnya hanya mencapai 90 kali 130 meter. Namun sampah yang dihasilkan bisa mencapai 15 ribu ton sebulan.(LHS/T007)



Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026