"Bantuan 30 ekor bibit sapi itu akan diserahkan gubernur pada Minggu (29/11), dalam rangkaian kunjungan kerja sehari ke daerah terpencil itu," kata Kabag Publikasi dan Dokumentasi pada Biro Humas dan Protokol Pemprov Bali I Ketut Teneng di Denpasar, Jumat.
Ia mengatakan gubernur Pastika pada kesempatan itu juga akan menyerahkan bantuan untuk pengembangan matadagangan rumput laut.
Selain itu, juga menyerahkan bantuan bibit kelapa, bibit jagung dan sejumlah jenis pepohonan untuk menghijaukan lahan kritis di daerah tersebut.
Menurut Ketut Teneng, penanaman berbagai jenis pohon itu mempunyai nilai ekonomis, sekaligus mendukung program penghijauan yang tengah diintensifkan pelaksanaannya di Bali.
"Bantuan bibit pepohonan tersebut antara lain pohon manggis, jeruk besar, cempaka, kenanga, pucuk arjuna, jempiring dan nusa indah," tutur Ketut Teneng.
Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali Ida Bagus Alit dalam kesempatan terpisah mengatakan Pemprov Bali pada 2009 memberikan bantuan 450 ekor bibit sapi kepada peternak yang terhimpun dalam wadah kelompok ternak sapi di daerah ini.
Pengadaan bibit sapi tersebut terdiri atas 250 ekor betina 200 ekor jantan untuk penggemukan sepenuhnya dukungan dari APBD Bali 2009.
Ida Bagus Alit menjelaskan, untuk APBD perubahan, kelompok yang menerima bantuan bibit sapi juga dibantu mengadaan kandang berkapasitas 20 ekor.
Masing-masing kelompok selain mendapat bantuan 20 ekor sapi dan kandang juga diberikan satu unit biogas yang berfungsi untuk mengolah kotoran sapi menjadi energi listrik, baik untuk keperluan memasak maupun penerangan.(*)
"Kotoran dan limbah sapi setelah menghasilkan energi selanjutnya diproses untuk menjadi pupuk kandang guna menyuburkan komoditi pertanian," katanya.
Bagus Alit berharap bantuan kepada kelompok ternak sapi itu bisa lebih ditingkatkan pada 2010.
"Dengan demikian, sepuluh kelompok yang telah dikembangkan dengan teknologi biogas diharapkan menjadi proyek percontohan untuk bisa ditiru kelompok peternak lain," katanya.(*)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.