Denpasar (Antara Bali) - Lahan untuk tanaman kacang kedelai di Kota Denpasar sangat sedikit, yakni hanya 300 hektare.

"Hal itu membuat kebutuhan kedelai lebih banyak dipenuhi dari hasil produksi luar daerah," kata Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar I Gede Ambara Putra, Kamis.

Dia menjelaskan, selama ini kebutuhan kedelai di ibu kota Provinsi Bali itu, sekitar 60 persennya berasal dari luar negeri atau produk impor.

Hal ini karena produksi di wilayah ini hanya 1,9 ton per hektare dari luas lahan tanaman yang tersedia."Walaupun harga kedelai impor saat ini cukup melonjak, namun pasokannya tetap lancar," kata Gatra.
    
Gatra mengatakan, produk tersebut tidak akan mendapatkan subsidi ataupun melakukan operasi pasar untuk menurunkan harganya. "Tidak ada subsidi ataupun operasi pasar untuk kedelai karena komoditi tersebut tak termasuk sebagai sembilan bahan pokok (sembako)," ujarnya.(IGT/T007)



Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026