"Peran lembaga Pers menjadi semakin penting dan strategis, manakala dihadapkan pada realita, bahwa di era keterbukaan Pers sekarang ini cenderung kurang maksimal menyiarkan berita-berita pemerintah," kata Gubernur Pastika dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Bali I Putu Suardhika, SH, MM pada pembukaan pameran foto, buku dan peluncuran web antarafoto.com dan http://bali.antaranews.com di Sector Bar & Restaurant Sanur.
Dalam acara yang dihadiri Direktur SDM dan Umum Perum LKBN ANTARA Dr Rajab Ritonga dan ratusan undangan dari komponen pariwisata, perguruan tinggi, instansi pemerintah dan insan pers itu, Gubernur Pastika menjelaskan, kalangan pemerintah memiliki keterbatasan dalam menyebarluaskan informasi hasil-hasil pembangunan.
Hal itu akibat kendala yang dihadapi hubungan masyarakat (Humas) instansi pemerintah menyangkut sumber daya manusia yang belum memenuhi kualifikasi sebagai petugas humas yang profesional.
Selain itu struktur organisasi yang belum memadai serta masih adanya persepsi, bahwa peran dan fungsi humas kurang strategis, disamping kendala prasarana, sarana dan budaya kerja yang sulit melakukan perubahan "mind-set"
Gubernur Pastika menambahkan, dengan ditetapkan LKBN ANTARA menjadi Perum dan melaksanakan tugas pelayanan umum, yakni "public service obligation (PSO) menyebar luaskan informasi dan hasil-hasil pembangunan yang digarap pemerintah bersama seluruh lapisan masyarakat.
Dengan demikian kendala yang tadinya dihadapi sebagian pemerintah diatasi, dengan harapan hasil-hasil pembangunan mapun program ke depan dapat disebarluaskan kepada masyarakat, sekaligus menumbuhkan semangat dan swadya untuk dapat berperanserta secara aktif.
"Dengan program PSO LKBN ANTARA telah mampu melakukan penyiaran berita dan foto jurnalistik serta siaran video features melalui sejumlah stasiun televisi, termasuk Bali TV," ujar Gubernur Pastika.
Ia menilai, foto sebagai visualisasi atas peristiwa dapat dijadikan referensi oleh masyarakat dalam bertindak. Apalagi peristiwa tersebut berkaitan dengan bencana alam, isu terotisme dan kejahatan.
Oleh sebab itu foto harus ditampilkan secara utuh dan komprehensif agar penikmatnya mendapat kesan, foto yang dihasilkan muncul dari nurani bukan emosi.
Hal itu ditekankan, menurut Gubernur Pastika, dewasa ini foto dapat dimanipulasi dengan teknologi digital untuk mencapai tujuan pribadi fotograper tanpa memikirkan akibat lain atas pemuatan foto tersebut.
Demikian pula dengan buku, sejak dulu disadari sangat penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Sementara website merupakan salah satu hasil kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kini menjadi sarana komunikasi yang canggih, cepat, mudah dan murah diakses di mana saja.
"Oleh sebab itu pameran foto, buku yang dirangkai peluncuran web saya nilai sangat tepat dan patut disambut gembira," ujar Gubernur Pastika. (*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026