Kreativitas itu muncul setelah material kayu sebagai bahan baku patung maupun aneka kerajinan lainnya keberadaannya semakin langka dan harganya mahal, kata perajin merangkap eksportir, Made Sukawana di Ubud, Kabupaten Gianyar, Rabu.
Kerajinan patung dari bahan baku akar bambu (bamboo root handycraft) itu cukup disenangi konsumen luar negeri seperti masyarakat Kanada, Australia, Jepang, dan Amerika Serikat.
Made Sukawana yang pemilik toko aneka barang kerajinan termasuk patung akar bambu di kawasan wisata Ubud, mengaku pernah kekurangan persediaan bahan baku berkat banyaknya pesanan dari rekan bisnis di luar negeri.(*/M038/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026