Sektor tanaman pangan berperan menaikkan NTP sebesar 1,26 persen dari 94,89 menjadi 96,09 persen, kata kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, I Gede Suarsa di Denpasar, Minggu.
Ia mengatakan, kenaikan yang cukup signifikan itu berkat kenaikan indeks yang diterima petani sebesar 1,63 persen, lebih besar dibanding indeks yang dibayar petani sebesar 0,36 persen.
Komoditas yang mengalami kenaikan harga pada subsektor tersebut meliputi gabah kering giling, kacang kedelai, kacang tanah, ketela rambat dan ketela pohon.
Gede Suarsa menambahkan, demikian pula subsektor hortikultura mengalami kenaikan sebesar 0,86 persen dari 150,16 persen menjadi 151,46 persen. NTP pada subsektor itu berkat kenaikan indeks yang diterima petani 1,22 persen, lebih besar dari pada kenaikan indeks yang dibayar petani 0,35 persen.(LHS/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.