"Sekarang kita lihat, bagaimana peran kebudayaan masyarakat Papua dalam upaya pengayaan identitas nasional Indonesia," katanya dalam pembukaan Pekan Ragam Budaya Kamoro, Papua, di Bentara Budaya Bali (BBB), Gianyar, Jumat petang.
Ia mengingatkan akan banyaknya pertanyaan yang harus dijawab berkenaan dengan keberadaan, potensi, dan nasib warisan budaya.
"Sejumlah pertanyaan itulah yang ingin saya sampaikan dalam diskusi publik lewat pekan budaya. Yang pasti kita merasa bahwa pluralisme adalah sebuah kekuatan bangsa, namun dalam format akulturasi seperti apa yang harus dibuat untuk masyarakat Papua yang sedang dalam pusaran perubahan," ujar Prof Bambang.
Pekan Ragam Budaya Orang Kamoro, Papua digelar BBB atas kerja sama dengan Papua Center FISIP UI.(IGT/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.