"Kuliner ini diperkenalkan sebagai oleh-oleh khas daerah ibu kota Provinsi Bali, dengan target market wisatawan domestik," kata I Ketut Ardana, pemilik Warung Paon yang memproduksi ayam guling tersebut, di Denpasar, Jumat.
Dia menjelaskan, untuk menarik minat para pelancong nusantara, dirinya terlebih dahulu melakukan beberapa kali percobaan mengenai rasa dan kemasannya.
Setelah dipastikan rasanya sesuai dengan selera para wisatawan, lanjut Ardana, barulah kuliner tersebut diperkenalkan ke masyarakat.
"Untuk lebih menjaga rasa, ayam guling ini dikemas secara khusus menggunakan plastik hampa udara. Hal itu membuat bertahan lebih dari satu hari, sehingga bisa dibawa sebagai oleh-oleh," ujarnya.(IGT)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.