"Di Magelang, Jawa Tengah, biasanya kegiatan parade maupun karnaval budaya hanya diselenggarakan saat peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten. Mulai tahun depan, rencananya kami mencoba menggelar 'Borobudur Night Creative' dengan mengadopsi suguhan festival kebudayaan yang ditampilkan pada Pesta Kesenian Bali (PKB) disesuaikan dengan kesenian yang kami miliki," katanya di Denpasar, Rabu.
Ia menyampaikan hal itu, di sela mendampingi grup kesenian Kuda Lumping Iromo Turonggo, Kabupaten Magelang, yang tampil di Kalangan (panggung) Angsoka Taman Budaya, Denpasar, serangkaian PKB ke-34.
"Pesta Kesenian Bali semacam ini, selain sebagai upaya pelestarian akan kesenian dan kebudayaan, sekaligus dapat menjadi ajang promosi atas kebudayaan yang dimiliki masing-masing daerah. Kami ingin mencontoh, tetapi tentu saja akan disesuaikan dengan kemampuan daerah kami," ujarnya.
Minimal karnaval atau parade budaya, kata dia, nantinya tidak saja diselenggarakan saat HUT Kabupaten karena sesungguhnya Magelang juga kaya akan kesenian. "Di daerah kami ada ikon Candi Borobudur dan Prambanan serta terdapat hampir 1.800 kelompok kesenian," ucapnya.
Khusus mengenai kegiatan budaya yang direncanakan dilaksanakan secara rutin di Candi Borobudur, pihaknya akan mencoba menyuguhkan festival kebudayaan, pada siang maupun malam hari.(LHS)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.