"Kami mendesak segera dilakukan audit oleh auditor independen terhadap perusahaan tersebut. Kalau hasil audit menyatakan sehat maka operasional perusahaan itu dilanjutkan," kata Ketua Komisi I DPRD Bali Made Arjaya di Denpasar, Senin.
Pada acara dengar pendapat PT FMS dengan Komisi I DPRD Bali, ia mengatakan, sesuai perizinanya, PT FMS memang bergerak di bidang konsultan manajemen. Tetapi karena ada pencairan dana kepada klien maka seharusnya dilakukan audit.
"Pertemuan dengan Manajemen PT FMS ini baru pertama kali. Nanti akan ada pertemuan lanjutan," katanya.
Anggota DPRD Nyoman Sugawa Korry juga menegaskan, PT FMS harus diaudit dan selama auditor bekerja, bila perlu operasional perusahaan dihentikan sementara.(*/DWA/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.