"Kalau kita bermain di mobil mesin konvensional, sudah kalah jauh. Posisi Indonesia akan terus mengejar. Kenapa? Karena teknologi kita di mobil mesin konvesional sudah kalah 30 tahun," katanya di Semarang, Sabtu.
Hal tersebut diungkapkannya usai memberikan kuliah umum berjudul "Penguasaan Sains dan Teknologi Untuk Kemanusiaan Bangsa dan Pengentasan Kemiskinan" di Universitas Diponegoro Semarang.
Menurut Dahlan, memaksakan diri untuk mengembangkan proyek mobil nasional berbasis mesin konvensional justru akan menguras tenaga, sebab Indonesia dan negara-negara produsen mobil mulai pada titik "start" berbeda.
"Mereka (negara produsen mobil, red.) sudah memulai sejak lama, kita sudah kalah jauh. Produk-produk mobil dari negara besar sudah demikian mendominasi, sementara kita sudah terlambat terlalu jauh," katanya.
Kalau memaksakan berlomba dari titik "start" yang berbeda tentu Indonesia sulit mengejar, kata dia, berbeda jika mengembangkan mobil listrik yang membuat Indonesia dan negara-negara lain berlomba pada "start" yang sama.
Berkaitan dengan pengembangan mobil listrik, kata dia, pemerintah saat ini telah menyiapkan prototipe yang akan diperkenalkan pada 10 Agustus 2012 bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional.(*/M038)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.