"Status Gunung Anak Krakatau masih tetap waspada dan kegempaannya selalu fluktuatif. Karenanya, jangan mendekati gunung itu dalam radius dua kilometer," kata Andi Suardi, petugas Pos Pemantauan Gunung Anak Kratau di Desa Hargopancuran Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Rabu.
Ia menyebutkan kegempaan GAK sepanjang Selasa (15/5) tercatat hanya 127, dan beberapa hari sebelumnya bahkan di bawah angka itu. "Intensitas kegempaan pada beberapa hari sebelumnya bahkan mencapai di bawah seratus," katanya lagi.
Meski demikian, status GAK masih tetap waspada sehingga nelayan dan wisatawan tetap dilarang mendekat ke gunung api aktif tersebut.
Ia juga menyebutkan kondisi Gunung Anak Krakatau kerap tertutup kabut sehingga sulit diamati secara visual, karena kondisi cuaca sekarang mulai kemarau.
"Kemarin siang bisa diamati secara visual, dan ada asap dari gunung itu yang tingginya berkisar 25-100 meter. Setelah itu tidak terlihat lagi karena kabut," ujar Andi.(*/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.