Pertanyaan tersebut dilontarkan Eliya Christanto (15), siswa kelas X SMA Akademi Sampoerna, Bogor, dalam acara Diskusi antara Tokoh Pemimpin dengan Para Calon Pemimpin Masa Depan Indonesia, Rabu.
"Saya senang kalau ada pertanyaan seperti ini karena bisa sekalian jualan," kata Mega yang disambut tawa peserta.
Menurut dia, kriteria pemimpin ideal sangat sulit dijawab karena harus terukur secara akurat dari berbagai segi.
Namun, ia berpendapat bahwa seseorang bisa menjadi pemimpin melalui dua jalur, yakni faktor akibat keturunan dan pendidikan.
"Faktor akibat keturunan seperti di negara monarki, sedangkan dari jalur pendidikan adalah seperti yang Anda sekalian alami saat ini," katanya seraya menambahkan, calon-calon pemimpin masa depan harus dididik dengan menanamkan kesetaraan antara perempuan dan laki-laki.
"Saya akui kendala utama untuk menjadi pemimpin masih berkutat di masalah gender," katanya dengan menekankan agar perempuan tidak merasa rendah diri untuk maju menjadi pemimpin.
"Hampir dua pertiga dunia sudah saya kunjungi dan semua orang berdarah sama, warnanya merah baik perempuan maupun laki-laki. Jadi tidak ada alasan bahwa perempuan tidak bisa memimpin seperti kaum pria," katanya.(*/T007)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.