Panitia pelaksana kegiatan tersebut, Ira Lawrence Almeas di Nusa Dua, Selasa mengatakan, wisatawan mancanegara tersebut merupakan "members" dari perusahaan multinasional solusi komunikasi Polycom yang berasal dari berbagai negara.
Mereka mendapat kesempatan mengunjungi Pulau Dewata untuk sekaligus mengenal seni budaya, di antaranya melalui kegiatan membuat sesajen hingga mengikuti prosesi persembahyangan menurut ajaran agama Hindu.
Dalam prosesi pembuatan upakara tersebut didampingi anak-anak SLB, yang dengan keterbatasan fisik dan mentalnya dapat beradaptasi. "Walau dengan bahasa isyarat wisatawan itu pun kagum terhadap anak-anak SLB ini," kata Ira.
Marcelina, wisatawan asal Amerika Serikat, mengaku sangat senang mendapatkan pengalaman merangkai sesajen, berupa "canang sari" dan "sampian" serta pelengkap lainnya hingga menjadi sebuah "banten" yang dipandu anak-anak SLB tersebut.(LHS/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.