"Kalau di sekolah lain, siswa-siswi cukup menaruh telepon genggam pada tas masing-masing kemudian dikumpulkan di luar atau depan kelas, tetapi di sekolah kami telepon genggam dikumpulkan khusus pada panitia untuk meminimalisasi kecurangan," kata Kepala SMP PGRI 2 Denpasar I Gede Wenten Aryasuda, di Denpasar, Senin.
Ia menyampaikan, sebelum siswa masuk ke ruang ujian juga diperiksa dengan teliti oleh panitia. Telepon genggam tersebut dikumpulkan per ruangan dan ditaruh dalam satu tas, serta ditempelkan tanda untuk mencegah tertukar satu sama lain.
"Tidak hanya saat ujian nasional, sebenarnya tata tertib di sekolah kami memang siswa tidak boleh membawa telepon genggam dalam proses belajar mengajar keseharian. Kalau keseharian, pengawasan melibatkan bagian kesiswaan dan OSIS," ucapnya yang juga Ketua PGRI Bali itu.
Pada pelaksanaan UN tingkat SMP hari pertama ini, terlihat para siswa usai mengerjakan soal UN, berbaris dengan tertib mengambil telepon genggam milik mereka dari panitia.
Ia mengutarakan, peserta UN tahun pelajaran 2011/2012 ini di SMP PGRI 2 Denpasar diikuti oleh 650 siswa dan semuanya hadir.(LHS/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.