"Dengan penuh duka cita yang mendalam, atas nama negara, pemerintah dan sahabat almarhum, ucapan belasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga diterima di sisi Tuhan yang Maha Kuasa, sesuai amalan almarhum. Dan bisa meneruskan cita-cita dan perjuangan almarhum. Saya mengenal almarhum adalah seorang yang memiliki pikiran strategis dan menjangkau, idealisme yang tinggi. Utamanya pembangunan energi dann pengembangan energi nasional," kata Presiden Yudhoyono usai melayat ke rumah Widjajono Partowidagdo di Jakarta, Minggu.
Kepala Negara yang hadiri didampingi Ani Yudhoyono, Menpora Andi Mallarangeng dan Mensesneg Sudi Silalahi mengatakan Widjadjono memiliki komitmen yang kuat dalam tugasnya.
"Almarhum sangat aktif, membantu menteri, saya. Menyusun kebijakan dan strategi pembangunan di bidang energi. Pada saat menyusun RAPBN, karena perkembangan situasi dunia, berarti juga persoalan energi, berpartisipasi secara aktif, mengajak rakyat melakukan penghematan APBN," katanya.
Dalam pandangan Presiden, Widjadjono merupakan sosok yang memiliki pikiran yang strategis termasuk dalam menghadapi masalah kenaikan harga minyak mentah dunia dan kebijakan pemerintah dalam penghematan energi dan subsidi.
Presiden juga menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.(LHS/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026