Denpasar (Antara Bali) - Pemerintah Provinsi Bali mengalokasikan dana bergulir sebesar  Rp29,22 miliar untuk penguatan modal lembaga usaha ekonomi perdesaan (LUEP) dalam membeli gabah petani di daerah itu.

"Dana itu dialokasikan untuk pemberdayaan petani secara bertahap sejak 2003 hingga sekarang," Kata Kepala Bidang Pengelolaan dan Pemasaran Produksi Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali Likadnyana di Denpasar, Sabtu.

Pada 2003 dana bergulir itu hanya sebesar Rp675 juta yang setiap tahunnya terus meningkat hingga sekarang mencapai Rp29 miliar.

Di Bali hingga saat ini tercatat 113 unit LUEP yang tersebar di enam dari sembilan kabupaten/kota.
LUEP terbanyak terdapat di Kabupaten Tabanan yakni 56 unit dengan dana bergulir sebesar Rp11,35 miliar, menyusul Kabupaten Badung 18 unit dengan pinjaman Rp4,60 miliar, dan Kabupaten Gianyar juga 16 unit dengan dana Rp3,75 miliar.

Selain itu di Kabupaten Buleleng 16 unit dengan kucuran dana Rp4,27 miliar, Kabupaten Klungkung tiga unit memperoleh pinjaman Rp850 juta, dan Kabupaten Karangasem dua unit memperoleh Rp572 juta.(M038/T007)


Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026