"Harga sembako pasti ikut naik, dan saya harus menambah modal untuk membeli bahan baku dalam mengolah kerupuk," kata Ramadhan pengusaha kerupuk di Kelurahan Kedamaian, Bandarlampung, Rabu.
Dia mengatakan, pedagang tidak bisa menaikan harga, karena takut tidak laku.
"Pedagang terpaksa harus memperkecil ukuran dan jumlah krupuk didalam plastik pun sedikit dikurangi untuk menghemat biaya produksi," kata dia.
Selain pengusaha kerupuk, pengusaha tempe juga mengeluhkan rencana kenaikan BBM dan tarif dasar listrik (TDL) yang mulai berlaku pada 1 April.
"Sebelum naik saja harga sudah mulai naik, karena bahan baku dipasok dari luar daerah sehingga membutuhkan BBM untuk mengirimnya," kata Paiman.(IGT/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.