"Kami programkan pengembangan wisata Gunung Rinjani yang sudah dikenal masyarakat internasional itu, agar makin diminati wisatawan mancanegara," kata Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemparekraf) Firmansyah Rahim di Lombok Barat, NTB, Sabtu.
Firmansyah mewakili Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) yang berhalangan hadir pada acara peluncuran Sistem Inovasi Daerah (SIDa) berbasis kawasan di Banyumulek, Kabupaten Lombok Barat.
SIDa berbasis kawasan guna mendukung Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang dicanangkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pada 27 Mei 2011 itu, diluncurkan Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta.
Ia mengatakan, penataan objek wisata Gunung Rinjani harus mengarah kepada "special interest tourism" karena berorientasi wisatawan berkualitas bukan hanya kuantitas.
"Tidak perlu banyak orang bepergian ke Gunung Rinjani, yang terpenting wisatawan yang ke sana bawa uang banyak agar masyarakat terberdaya. Makanya arahnya 'special interest" atau wisata MICE (Meeting, Incentive, Conventing and Exhibition)," ujarnya.(*/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.